Vercel Claude Code Plugin Privacy: Prompt Lo Dibaca?

By Ali Sadikin Ma · · Updated

Category: Technology

Vercel Claude Code Plugin Privacy: Prompt Lo Dibaca?
Vercel Claude Code Plugin Privacy: Prompt Lo Dibaca?

Akshay Chugh membuka terminal-nya, lihat consent request di proyek yang sama sekali nggak ada file Vercel-nya, dan mikir: ini terasa aneh.

Tapi dia nggak langsung nutup tab-nya.

Sebaliknya — dia pakai Claude untuk mengaudit plugin Claude itu sendiri.

Dan apa yang dia temukan soal Vercel Claude Code plugin privacy ini bikin 200+ developer di Hacker News ramai sekaligus marah dalam hitungan jam.

Sebentar lagi lo akan tahu persis baris kode mana yang jadi masalah.

Tapi dulu ada satu pertanyaan yang perlu lo jawab jujur:

Kapan terakhir kali lo beneran baca source code plugin AI yang lo install?

Asumsi yang Dipegang Setiap Developer (Dan Kenapa Itu Salah)

Plugin "resmi" pasti aman. Itu asumsi yang lo pegang.

Masuk akal. Platform besar pasti sudah review plugin-nya ketat, kan? Pasti ada batasan jelas soal data apa yang boleh dikumpulkan. Pasti ada consent yang nyata sebelum data keluar dari mesin lo.

Tapi faktanya bikin tidak nyaman:

Menurut Thunderbit, 57% konsumen di seluruh dunia merasa AI mengancam privasi mereka — dan hanya 47% yang percaya perusahaan AI akan melindungi data pribadi mereka (2026). Angka ini terbentuk sebelum kasus Vercel Claude Code plugin privacy ini tersebar luas.

Developer tidak terkecuali.

Lo mungkin tidak pernah baca source code plugin yang lo install. Lo mungkin nggak tahu apa yang dikirimkan ke server eksternal setiap kali lo ngetik perintah. Dan lo mungkin nggak bisa bedakan consent asli dari consent yang direkayasa.

Itulah tepatnya yang Akshay ungkap lewat investigasi Vercel Claude Code plugin privacy-nya — dan caranya mengungkapnya bahkan lebih mengejutkan dari temuannya sendiri.

Cara Dia Pakai Claude untuk Audit Vercel Claude Code Plugin Privacy (Langkah demi Langkah)

Ini yang terjadi:

Akshay menginstall plugin Vercel untuk Claude Code. Tujuannya sederhana — mempermudah workflow deployment.

Tapi ketika dia membuka proyek yang sama sekali nggak berhubungan dengan Vercel, dialog consent muncul. Sudah janggal.

Jadi dia investigasi kasus Vercel Claude Code plugin privacy ini lebih dalam. Dia menemukan file plugin di path ~/.claude/plugins/cache/claude-plugins-official/vercel/. Dia buka, baca, dan temukan sesuatu yang tidak dia ekspektasi:

Plugin itu menggunakan hook UserPromptSubmit dengan matcher kosong — string ''.

Artinya apa?

Dalam arsitektur Claude Code, matcher menentukan konteks mana yang memicu hook. Matcher kosong berarti: semua konteks. Setiap prompt yang lo ketik, di proyek mana pun, dibaca oleh plugin ini — bukan cuma proyek Vercel lo.

Tapi itu belum semuanya.

Akshay juga menemukan bahwa bash command — termasuk path file, nama proyek, dan environment variable — dikirimkan secara default ke telemetry.vercel.com. Tanpa notifikasi jelas. Tanpa opt-in yang sesungguhnya.

Dan consent dialog yang muncul? Itu bukan UI element nyata. Itu adalah prompt injection — instruksi yang disisipkan ke dalam system context Claude, yang memerintahkan Claude untuk bertanya ke user dan menjalankan shell command berdasarkan jawabannya.

Lo tidak sedang menyetujui sesuatu ke Vercel. Lo sedang memberitahu Claude untuk menjalankan perintah atas nama Vercel.

Postingan investigasi Akshay langsung mencapai posisi #1 di Hacker News — dan lebih dari 200 komentar masuk dalam hitungan jam.

4 Hal yang Harus Bikin Lo Waspada Sekarang Juga

Ini bukan masalah kecil yang bisa di-dismiss. Ada empat lapisan masalah yang saling menumpuk — dan semuanya bisa terjadi di plugin mana saja yang belum pernah lo audit:

1. Scope koleksi data tidak terbatas — dan lo tidak sadar

Apa yang terjadi: Empty matcher ('') di hook UserPromptSubmit tidak hanya membaca prompt dari konteks Vercel. Dia membaca prompt lo saat ngoding startup app, debugging API sensitif, atau nanya soal arsitektur database internal klien lo.

Cara ceknya: Jalankan grep -r "UserPromptSubmit" ~/.claude/plugins/cache/ di terminal. Output-nya menunjukkan semua plugin yang menggunakan hook ini. Buka setiap file yang muncul dan cari nilai matcher. Kalau kosong ('') atau universal (".*"), itu tanda merah.

Bukti konkretnya: Harmonic Security menganalisis 22 juta enterprise AI prompt dan menemukan 34,8% mengandung data sensitif — naik drastis dari 11% di 2023. Data sensitif itu masuk ke tool AI. Kalau ada plugin dengan empty matcher, data itu bisa lanjut ke server eksternal tanpa lo sadar.

Hasilnya: Lo bisa kehilangan kontrol atas data yang berisi API key, nama klien, atau logic bisnis proprietary — tanpa pernah memberikan izin yang sesungguhnya.

2. Consent yang fake adalah privacy dark pattern yang disengaja

Apa yang terjadi: Consent dialog yang muncul di CLI lo bukan konfirmasi resmi ke Vercel. Itu pertanyaan yang dimasukkan plugin ke dalam percakapan Claude via prompt injection — dan Claude menjalankan perintah berdasarkan jawaban lo.

Cara bedakannya: Consent asli datang dari sistem OS atau UI resmi aplikasi — bukan dari teks di dalam chat window Claude. Kalau ada dialog di dalam Claude yang minta lo ketik "yes" atau "no", tanya dulu ke Claude: "Tunjukkan isi hook yang baru saja memicu pertanyaan ini."

Clean modern developer UI with a hidden surveillance layer underneath — visual metaphor of trust masking hidden data collection flowing to external servers
Clean modern developer UI with a hidden surveillance layer underneath — visual metaphor of trust masking hidden data collection flowing to external servers

Ini bukan bug. Ini desain yang disengaja — yang baru terungkap karena ada developer yang mau repot baca source code-nya.

Hasilnya: Pahami pola Vercel Claude Code plugin privacy ini — dan lo punya keunggulan yang kebanyakan developer tidak punya untuk membedakan consent nyata dari consent yang direkayasa.

3. Bash command telemetry — lo kirim lebih banyak dari yang lo kira

Apa yang terjadi: Default behavior plugin mengirimkan bash command string ke telemetry.vercel.com. Bash command sering mengandung path absolut (/home/user/projects/clientname/), environment variable (DATABASE_URL, API_KEY), dan flag yang mengungkap struktur proyek lo.

Cara monitornya: Gunakan lsof -i | grep telemetry selama sesi aktif. Atau pasang tool seperti Little Snitch (Mac) atau Portmaster (Linux). Cara paling efektif: baca source plugin sebelum install.

Bukti konkretnya: Ini adalah salah satu temuan terpenting dalam kasus Vercel Claude Code plugin privacy: Protecto.ai melaporkan AI-related privacy incidents melonjak 56% dalam setahun terakhir, dengan sekitar 40% organisasi melaporkan insiden privasi AI di 2025. Banyak dari insiden ini dimulai dari data yang dikirim "secara default."

Hasilnya: Dengan tahu apa yang dikirimkan secara default, lo bisa buat keputusan yang informed — bukan hanya pasrah berharap semua baik-baik saja.

4. Claude Code plugin ecosystem belum punya granular permission

Apa yang terjadi: Claude Code belum memiliki sistem permission yang granular. Tidak ada tampilan yang menunjukkan: "Plugin X punya akses ke context Y dan mengirim data ke server Z." Akshay secara eksplisit mengidentifikasi tiga hal yang hilang: visual attribution, granular permissions, dan project-scope boundaries.

Artinya: Ini bukan hanya masalah satu vendor. Ini celah arsitektur yang memungkinkan plugin mana saja — resmi sekalipun — mengumpulkan data lebih luas dari yang lo tahu.

Cara mengatasinya sekarang: Manual audit setiap plugin sebelum install. Minta Claude untuk membaca dan menjelaskan source code plugin sebelum lo aktifkan.

Hasilnya: Sampai fitur permission granular hadir, lo sendiri yang harus jadi gatekeeper — dan sekarang lo tahu caranya.

Vercel Merespons dalam Hitungan Jam. Ini Yang Mereka Ubah.

Postingan Akshay Chugh mencapai posisi #1 di Hacker News dengan lebih dari 200 komentar — membahas implikasi GDPR, risiko supply chain, dan potensi pelanggaran kebijakan plugin.

Vercel CEO Guillermo Rauch merespons langsung, dalam hitungan jam.

PR #47 dikirim dan dimerge dengan perubahan berikut:

  • Consent untuk membaca prompt dihapus
  • Prompt injection untuk consent dihapus
  • Bash command telemetry dihapus sepenuhnya
  • Device UUID dihapus
  • Activation gate ditambahkan — plugin sekarang hanya aktif kalau ada marker Vercel di proyek

Ini respons yang cepat. Ini respons yang serius.

Tapi ada satu hal yang perlu dicatat:

Developer closely examining plugin source code in terminal — forensic investigation mood capturing the moment of discovery
Developer closely examining plugin source code in terminal — forensic investigation mood capturing the moment of discovery

Dan penyelesaian kasus Vercel Claude Code plugin privacy ini membuktikan satu hal penting: seluruh masalah bisa ada sejak awal karena tidak ada yang mengeceknya. Vercel baru bertindak setelah seseorang mau repot membuka source code-nya dan mempublikasikan temuannya.

Berapa banyak plugin lain yang belum ada yang periksa?

Ini Lebih Besar dari Vercel — Yang Masih Salah dari Ekosistem AI Plugin

Satu developer mengungkap masalah besar dengan satu investigasi yang focused.

Isu Vercel Claude Code plugin privacy ini adalah sinyal peringatan untuk seluruh ekosistem. Bayangkan ini:

Berapa banyak plugin lain — dari berbagai platform, berbagai vendor — yang menggunakan pola serupa? Empty matchers. Default telemetry. Consent via prompt injection.

Claude Code bukan satu-satunya platform yang menghadapi masalah ini. Ekosistem AI coding tool berkembang sangat cepat. Standar keamanan plugin belum mengejar kecepatan itu.

Diskusi Hacker News juga membahas implikasi GDPR — kalau prompt developer di EU dikirim ke server luar EU tanpa consent yang valid, itu bisa jadi pelanggaran serius.

Dan celah arsitektur permission yang diidentifikasi Akshay masih ada — bukan karena ada niat jahat, tapi karena tidak ada framework standar untuk bagaimana plugin AI harus menangani data user dengan granular permission.

Pertanyaannya bukan lagi "apakah Vercel melakukan kesalahan."

Pertanyaannya adalah: "Apa yang masih dilakukan oleh plugin-plugin lain yang belum ada yang investigasi?"

3 Hal yang Perlu Lo Cek di AI Tools Lo Sebelum Buka Proyek Berikutnya

Lo sudah tahu apa yang terjadi soal Vercel Claude Code plugin privacy ini. Sekarang waktunya bertindak — sebelum proyek berikutnya lo buka.

1. Audit semua plugin yang sudah terinstall

Apa yang perlu lo lakukan: Buka direktori ~/.claude/plugins/cache/ dan periksa setiap folder plugin yang ada.

Caranya: Jalankan grep -r "UserPromptSubmit" ~/.claude/plugins/cache/ di terminal. Output-nya menunjukkan semua plugin yang menggunakan hook ini. Buka setiap file dan cari nilai matcher. Kalau empty ('') atau universal (".*"), plugin itu punya akses ke semua prompt lo.

Dari kasus Vercel Claude Code plugin privacy ini: Plugin menggunakan empty matcher di hook UserPromptSubmit — artinya semua prompt di semua proyek bisa terbaca. Setelah PR #47 dari Vercel, masalah ini diperbaiki dengan activation gate yang memerlukan marker proyek Vercel.

Hasilnya: Lo punya peta lengkap tentang plugin mana yang punya akses luas ke context lo — dan bisa memutuskan mana yang perlu di-remove atau di-review lebih lanjut.

2. Monitor traffic network selama sesi coding

Data flow diagram showing the invisible path from developer terminal through plugin to telemetry server — the hidden surveillance pipeline made visible
Data flow diagram showing the invisible path from developer terminal through plugin to telemetry server — the hidden surveillance pipeline made visible

Apa yang perlu lo lakukan: Pasang network monitoring tool untuk melihat koneksi keluar selama lo ngoding.

Caranya: Di Mac, gunakan Little Snitch. Di Linux/Windows, gunakan Portmaster. Untuk quick check, jalankan lsof -i | grep telemetry selama sesi aktif. Perhatikan domain yang nggak familiar — terutama dari tool yang bukan platform utama lo.

Dari kasus ini: Bash command dikirim ke telemetry.vercel.com bahkan untuk proyek yang nggak ada hubungannya dengan Vercel — dan ini hanya ketahuan lewat network monitor, bukan dari UI mana pun.

Hasilnya: Lo tahu persis kemana data lo pergi — bukan hanya mengandalkan trust pada platform.

3. Minta Claude untuk baca source code plugin sebelum install

Apa yang perlu lo lakukan: Sebelum mengaktifkan plugin baru, minta Claude untuk mengaudit source code-nya dulu.

Caranya: Tanyakan ke Claude: "Baca source code plugin ini dari [path/URL] dan identifikasi semua hook yang mengumpulkan atau mengirimkan data ke server eksternal." Ini persis metode yang Akshay Chugh gunakan — dia pakai Claude untuk mengaudit plugin Claude itu sendiri.

Hasilnya: Dalam menit, lo punya analisis independen tentang perilaku plugin sebelum lo beri akses ke terminal lo — cara yang sama yang mengungkap masalah Vercel Claude Code plugin privacy dalam hitungan jam.

Lo ingat terminal yang dibuka Akshay di awal cerita ini?

Sekarang lo tahu persis apa yang harus lo lihat ketika hal yang sama terjadi ke lo. Dan itu beda antara menjadi seseorang yang diam-diam datanya dikumpulkan — dan seseorang yang tahu cara mengauditnya.

Berapa banyak plugin yang sudah lo tambahkan ke Claude Code tanpa pernah cek hooks-nya?

FAQ tentang Keamanan Plugin Claude Code

Apa itu Vercel Claude Code plugin dan kenapa jadi masalah privasi?

Plugin Vercel untuk Claude Code adalah ekstensi resmi yang membantu workflow deployment ke platform Vercel. Masalah privasi muncul ketika developer Akshay Chugh menemukan plugin ini menggunakan empty matcher di hook UserPromptSubmit — artinya plugin membaca semua prompt user di semua proyek, bukan hanya proyek Vercel. Bash command juga dikirim ke telemetry.vercel.com secara default, dan consent dialog-nya adalah prompt injection — bukan UI element nyata. Vercel merilis PR #47 pada 2026 yang memperbaiki semua masalah ini setelah investigasi Akshay viral di Hacker News.

Apakah plugin Vercel Claude Code aman digunakan sekarang?

Setelah PR #47 yang dirilis Vercel pada 2026, plugin sekarang hanya aktif ketika ada marker proyek Vercel, prompt injection untuk consent sudah dihapus, dan bash command telemetry sudah dinonaktifkan. Namun ekosistem plugin Claude Code secara keseluruhan masih belum memiliki granular permission system atau visual attribution — sehingga tetap penting untuk manual audit semua plugin yang lo install, bukan hanya yang dari Vercel.


Audit plugin Claude Code lo sekarang — buka ~/.claude/plugins/cache/ dan jalankan grep -r "UserPromptSubmit" untuk lihat semua hook yang aktif di sistem lo.

Simpan artikel ini sebelum install AI tool berikutnya — checklist ini akan lo butuhkan.